ABOUT FLASHDISK

Beberapa waktu lalu saya browsing di internet dan iseng-iseng cari tahu tentang USB drive atau yang sering kali dikenal dengan Flash Disk. Di halaman internet itu saya membaca bahwa sebuah Flash Disk mempunyai umur yang lebih terbatas daripada sebuah Hard Disk. Pada Flash Disk umur dibatasi oleh sebuah parameter yang disebut dengan “Write Cycle”. Hal ini memang sudah pernah saya baca pada beberapa datasheet IC memory Flash Disk.

“Write Cycle” adalah kemampuan media storage untuk ditulisi atau dihapus. Sekali penghapusan dan penulisan akan menghasilkan 2 kali write cycle. Karena pada media penyimpanan, penghapusan biasanya adalah penulisan dengan bit “0”. Pada umumnya, Flash Disk menggunakan memory yang dinamakan dengan SLC (Single Level Cell) atau MLC (Multi Level Cell). Untuk detail perbedaan SLC dan MLC saya kurang begitu tahu. Namun, sejauh yang pernah saya baca, SLC disusun dari satu buah die chip dalam satu kemasan IC dan MLC disusun dari beberapa buah die chip dalam satu kemasan IC. Bisa anda bayangkan bagaimana die chip ditumpuk dan di”bonding” (pengkabelan dalam kemasan IC) ^.^

SLC atau MLC ini mempunyai write cycle sekitar 100.000 dan 10.000. Artinya setelah write cycle dilampaui, maka Flash Disk sudah tidak dijamin akan bisa digunakan kembali. Hal ini sering kali menyebabkan Flash Disk terdeteksi Windows tetapi tidak bisa digunakan. Baik SLC maupun MLC dibuat dari sebuah teknologi IC flash yang disebut NAND Flash. NAND Flash adalah teknologi IC flash yang disusun dari cell-cell flash bertopologi gerbang NAND. Tiap-tiap cell terbentuk dari sebuah transistor Floating-Gate MOSFET. Pada waktu bit “0” disimpan, elektron akan terjebak dalam Floating Gate. Dan pada waktu bit “1” disimpan, elektron akan dilepaskan dari Floating Gate.

Namun sejalan dengan umurnya, tidak semua elektron dapat dilepaskan dari Floating Gate melalui Drain. Sehingga ada beberapa elektron masih “terjebak” di dalam Floating Gate. Hal ini bersifat kualitatif artinya akan menumpuk seiring penulisan dan penghapusan pada Flash Disk. Sehingga pada batas tertentu, transistor Floating-Gate MOSFET tidak dapat lagi melepaskan elektronnya dari Floating-Gate- nya. Sehingga kehilangan kemampuan menyimpan data. Dengan kata lain “Write Cycle”-nya telah terlampaui.

Sebenarnya ada teknologi lain yaitu NOR Flash. NOR Flash mempunyai write cycle yang lebih besar daripada NAND Flash. Hanya saja NOR Flash lebih mahal dalam pembuatannya dan mempunyai kepadatan bit yang lebih rendah. Sehingga NOR Flash sangat jarang untuk digunakan dalam aplikasi mass storage. NOR Flash lebih ditujukan untuk aplikasi seperti BIOS pada PC dan penyimpanan program read-only lainnya seperti dalam perangkat hand-held.

Selain itu juga ada parameter yang menurut saya kurang signifikan dalam penentuan umur Flash Disk. Parameter tersebut adalah “Mating Durability”. Mating durability adalah banyaknya konektor USB bisa dilepas pasang. Dalam halaman tersebut disebutkan bahwa mating durability sekitar 1500 kali. Andai kata anda melepas pasang USB Flash Disk 2 kali setiap harinya. Berarti Flash Disk tersebut bisa bertahan sekitar 750 hari.

Bila dibandingkan dengan teknologi Hard Disk, saya belum pernah menemui adanya batasan “Write Cycle”. Yang pernah saya dengar adalah “Hours”. Artinya sebuah hard disk dapat ditulis-hapus berapapun kita inginkan. Namun ada hal yang membatasi umur hard disk yaitu “Hours” atau berapa jam hard disk itu bekerja. Seperti sebuah lampu tepatnya. Berdasarkan pengalaman, Flash Disk belum pernah melampaui umur 3 tahun ^.^ namun hard disk yang pernah saya miliki sudah melampaui umur 5 tahun dan sedikit bad sector sekitar 512 bytes ^.^ (1 sector). Padahal hard disk saya lebih banyak nyalanya.

Sedikit tidak objektif. Harga per byte hard disk juga lebih murah daripada flash disk. Bandingkan sebuah flash disk merek Kingston 1GB seharga Rp.86.250 dan sebuah hard disk merek Seagate 160GB SATA 2.5 inch seharga Rp.670.000. Untuk flash disk anda harus membayar Rp.86.250/GB dan untuk hard disk anda harus membayar Rp.4.188/GB ^.^ Jauh kan!

Mau menggunakan flash disk atau hard disk??? Sepenuhnya terserah anda! ^.^

Semoga bermanfaat

ref: http://www.getusb. info/what- is-the-life- cycle-of- a-usb-flash- drive/

Tips from me:
1. Bila menggunakan flash disk, isi flash disk dahulu hingga penuh sebelum menghapus file lainnya. Hal ini diharapkan dapat meratakan write cycle pada flash disk, sehingga tidak di bagian awal saja yang write cycle-nya sudah besar.
2. Bila memindahkan file berukuran kecil namun jumlahnya banyak, sebaiknya anda ZIP atau RAR dulu. Dengan tingkat kompresi “0” tidak masalah. Hal ini akan mempercepat proses copy ke flash disk. Karena proses copy akan dilakukan secara sequential daripada random access (kecepatan sequential access jauh lebih besar daripada random access baik pada flash disk maupun hard disk).
3. Lepas flash disk bila tidak dipakai. Seringkali perangkat USB 2.0 menghamburkan panas yang besar. Sehingga dikhawatirkan panas bisa mempengaruhi kinerja dari IC memory.
4. …..absolutely this tips without guarantee, try at your risk ^.^

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: